PROGRAM STUDI : BUDIDAYA PERAIRAN (BDP)


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

Conus marmoreus


Conus marmoreus, nama umum kerucut “marmer”, adalah salah satu spesies dari siput laut pemangsa, sebuah moluska gastropod laut dalam keluarga Conidae, siput-siput kerucut, kerang kerucut atau kerucut.

Ini merupakan spesies Indo-Pasifik. bekicot ini berbisa, seperti semua siput kerucut. Hal ini memiliki racun yang paling toksik dari semua jenis bekicot.

Hal ini juga antara 5 hewan yang paling berbisa di dunia, yang semuanya dapat ditemukan di Australia.

Pertama, saya meyakinkan Anda bahwa bekicot hidup di laut, tidak di darat! Anda mungkin mengambil cangkang siput ini di pantai sebelumnya. Cangkang siput yang berkisar dari marmer hitam dan kuning / putih dan kuning oranye dan tumbuh sampai sembilan inci. Nah, itu siput besar.

Siput kerucut memiliki cara yang menarik dan sangat berbeda itu menangkap mangsa. Bersenjata dengan tombak (disebut radula toxoglossin) seperti stinger itu menembaknya di mangsa kelulusan dan stinger diisi dengan racun beracun, dan seperti tombak dengan seutas tali; gulungan siput di dalamnya makan malam. Tombak ini adalah individu gigi radula melekat di tenggorokan itu. Setiap gigi berduri dan hampa, tapi penuh dengan racun. Setelah makan malam menelan ini, yang regurgitates siput kerucut apa pun tidak bisa mencerna bersama dengan gigi berguna. Siput kerucut dapat api itu tombak ke arah manapun, bahkan mundur.

Racun dari baal menyebabkan racun, pembengkakan dan sel-sel darah Anda sedang menyerang dan banjir, banyak rasa sakit. Untuk orang-orang itu dapat menyebabkan melantur berbicara, otot, dan mempengaruhi visi Anda.

Jika Anda pergi menyelam dan melihat sebuah siput kerucut marmer, jangan mengambilnya. Mereka bisa menyengat melalui setelan basah.

Klasifikasi siput Conus marmoreus

Kerajaan: Animalia

Filum: Mollusca

Class: Kelas: Gastropoda

Superfamili: Conoidea
Conoidea

Keluarga: Conidae
Conidae

Genus: Conus
Conus

Spesies: C. marmoreus

Conus marmoreus , Linnaeus, 1758

Ciri-ciri / Anatomi

Struktur Tubuh Gastropoda

1. Tubuh larvanya bilateral simetri tetap ada perkembangan selanjutnya tubuh bagian belakang dan alat-alat dalamnya mengalami pembengkokan hampir membentuk lingkaran. Kecuali siput telanjng atau Vaginula, seluruh anggota tubuh Gastropoda terlindung oleh sebuah cangkang berkatup satu, sehingga disebut univalve. Tubuh siput terdiri atas kepala dan badan. Struktur kepala sudah tampak jelas. Pada bagian ini terdapat dua pasang tentakel dan mulut. Tentekel yang terdapat di kepala tersebut meliputi sepasang tentakel dengan mata (khusus yang hidup di darat) dan sepasang tentakel untuk indra pembau.

2. Mulut Gastropoda telah berkembang baik. Letaknya di ujung anterior, dilengkapi dengan rahang dari zat tanduk serta lidah parut atau radula di dasar perutnya. Anus terletak di bagian anterior tubuh.

3. Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana. Jantung terdiri atas serambi dan ventrike yang terletak dalam rongga parikardial. Peredaran darah merupakan system peredaran darah terbuka.

4. Alat respirasi Gastropoda berupa insang bagi yang hidup di air dan paru pulmonum bagi yang hidup di darat. Di samping itu, kadang-kadang rongga mantel juga dapat melakukan fungsi respirasi. Pulmonum merupakan jalinan antara pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung.

5. Alat ekskresinya berupa ginjal yang terdapat di dekat jantung. Ginjal ini memiliki saluran ekskresi yang bermuara pada mantel.

6. System saraf Gastropoda terdiri atas tiga pasang, yaitu ganglion visceral, ganglion pedal, dan ganglion serebral. Di bawah ganglion pedal terdapat sepasang alat keseimbangan atau statosit.

Siput berkembang biak dengan kawin dan bersifat hemaprodit, tetapi tidak mempu melakukan autofertilisasi. Alat reproduksinya disebut ovotestis, yaitu suatu badan penghasil ovum dan sperma. Sperma yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran sperma., ditampung dalam kantung sperma dan dikeluarkan melalui alat kawin. Sedangkan sel telur yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran telur, reseptakel seminal, dan akhirnya keluar melalui lubang kelamin.

Walaupun Gastropoda merupaka organisme hemaprodit, agar terjadi reproduksi tetap diperlukan dua individu. Reproduksi dimulai ketika dua Gastropoda saling mendekat dan saling memasukkanpenis masing-masing ke lubang kelamin pasangannya untuk memindahkan sperma. Setelah itu keduanya berpisah dan masing-masing Gastropoda meletakkan telur yang telah dibuahi dan dilindungi oleh zat gelatin pada tempat yang gelap.

Telur yang dibuahi akan terlindung oleh cangkang kapur, diletakkan di atas bebatuan atau sampah. Karena pengaruh suhu lingkungan, telur akan menetas. Ketika masih berbentuk larva, tubuh Gastropoda bersimetri bilateral, tetapi setelah dewasa tubuhnya mengalami pembengkokan sehingga menjadi tidak simetri (asimetri).

Tubuh terbagi atas kepala, leher, kaki, dan alat-alat dalam(visceral). Pada kepala terdapat sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang tentakel panjang sebagai alat penglihat. Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa yang menghasilkan lender yang membasah kaki sehingga mudah bergerak. Kaki lebar pipih dan selalu basah; berguna untuk berpindah secara merayap. Kaki sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat bergerak bergelombang.

Kebanyakan Gastropoda memiliki cangkang berbentuk kerucut biasanya berulir ke kanan. Di dalam cangkang terdapat organ-organ dalam yang berulir mengikuti cangkang. Cangkang Gastropoda memiliki lapidan penyusun yang sama dengan cangkang Bivalvia.

1. Sistem organ dalam tubuh Gastropoda.

2. System organ Keterangan.

3. System respirasi Hewan yang hidup di air berespirasidengan insang, sedangkan yang hidup di darat berespirasi dengan rongga mantel yang berfungsi sebagai paru-paru.

4.System pencernaan makanan Alat pencernaan meliputi rongga mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung kelenjar, anus. Saluran pencernaan berbentukhuruf U. makanan dipotong-potong oleh rahang tanduk dan dikunyah oleh radula dan dibasahi dengan lender dari kelenjar ludah. Kemudian makanan dutelan ke kerongkongan dan berturut-turut menuju tembolok, lambung, dan dibuang lewat anus yang terdapat di kepala.

5. System peredaran darah System peredaran darahnya terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Darah (plasma dan butir darah) tak berwarna dan berfungsi mengedarkan oksigennya ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa pembakaran. Jantung terdiri atas serambi dan bilik yag dilindungi rongga parikardium.

6. System ekskresi Organ ekskresi berupa nafridium yang terletak di dekat jantung dan saluran ureter yang terletak di dekat anus.

7. System saraf Susunan saraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh tubuh.

8. System reproduksi Pada gastropoda ada hewan yang diesis dan ada yang monoesis. Pada hewan monoesis alat kelamin jantan dan betina terdapat pada satu hewan, tetapi tidak dapat membuahi sendiri. Untuk melakukan pembuahan harus didahului dengan kopulasi. Ovotestis menghasilkan sperma yang disalurkan ke vasa deferensia dan akhirnya masuk ke vagina hewan lain dengan perantaraan penis yang dapat dikeluarkan dari lubang genital. Ovotestis juga menghasilkan sel telur. Sel telur ini dibawa lewat saluran hermafroditus untuk mendapat albumin, kemudian ke uterus lalu ke oviduk; di oviduk sel telur dibuahi sperma hewan lain.Walaupun beberapa jenis Gastropoda dapat dijadikan sebagai bahan makanan, misalnya bekicot (A.fulica) dan siput laut (Lifforina dan Buccinum), siput-siput tersebut labih banyak menimbulkan kerugian karena memakan tanaman perkebunan, terutama siput darat, misalnya bekicot dan keong mas. Ada juga siput laut pemakan Bivalvia yang bernilai sebagai barang dagangan. Beberapa jenis siput, misalnya siput air tawar (Limnaea) inang perantara cacing hati.

Daur Hidup Siput

Mengendalika siput akan sia-sia tanpa mengrtahui daur siputnya yang benar, terutama masa kritisnya. Secara ringkas daur hidup siput dapat di bagi menjadi 4 tahap, sebagai berikut:

I. Masa Bertelur

Siput jantan dan betina yang sudah dewasa dan kelaminnya akan saling mencari, dan ketika akan ketemu maka akan terjadi perkawinan. Siput jantan akan membuahi sel-sel telur yang tedapat didalam tubuh induk betina. Kemudian induk betina akan bertelur dan menepatkannya di tepi kolam, tonggak kayu, daun-daunan, atau pempat lainnya.
Telur-telurnya yang berwarna merah muda seperti buah murbei, dan menggumpal. Ketika di keluarkan telur-telur tersebut masih lunak dan bersaput lendir, akan tetapi dalam beberapa waktu kemudian telur-telur tersebut mongering dan mengeras . setelah mengeras, telur-telur tersebut merekat erat pada substratnya.

Telur akan menetas dalam jangka waktu satu hingga dua minggu sejak di keluarkan. Ketika menetas anak-anak siput yang masih kecil akan langsung jatuh ke dalam air, pada fase ini sebenarnya kondisi siput dalam keadaan lemah. Selai belum bisa mencari makanan, meraka juga belum dapat berpindah tempat sendiri, dan juga sangat mudah untuk di mangsah oleh binatang yang lain. Akan tetapi yang perlu di ingat, meskipun secara fisik mereka belum bisa berpindah tempat sndiri, justru fase itulah siput bisa menyebar ke berbagai wilayah dengan cepat dalm jumlah yang banyak.

II. Masa Pertumbuhan Awal.

Setelah menetas siput-siput muda akan menyebar terbawa oleh air atau berjalan sendiri. Masa ini adalah masa yang paling sulit untuk mengendalikannya. Meskipun kehadirannya di sawah belum begitu membahayakan, namun wujudnya yang kecil dan sulit di temukan akan menimbulkan bahaya yang besar ketika mereka sudah beranjak dewasa. Pengendalian pada masa pertumbuhan awal biasanya hanya akan efektif dengan menggunakan bahan kimia, karena dengan cara mekanis terlalu sulit. Tetapi bisa di pasang saringan pada pintu pemasukan untuk menghambat laju penyebarannya. Masa pertumbuhan awal pada umumnya berkisar antara 15-25 hari.

III. Masa Pertumbuhan Lanjut.

Masa petumbuhan laju adalah masa tahap berikutnya, yaitu proses pertumbuhan siput dasi muda manjadi dewasa. Pada fase ini serangan siput di sawah sudah cukup meresahkan, kerena selain sangat rakus, dalam waktu yang tidak begitu lama mereka akan melakukan perkawinan. Pengendalian siput pada masa pertumbuhan lanjut biasanya cukup efektif dengan menggunakan jebakan, atau secara mekanis. Persemian yang dipagar dengan plastic juga mampu menahan mereka untuk tidak mnyusup ke areal pertanian. Pada umumnya masa pertumbuhan lanjut berlangsung dalam waktu 26-59 hari.

Cara Penyebaran Siput

Setelah mengetahui siklus hidup siput secar lengkap, hal lain yang perlu diketahui adalah cara penyebaran mereka. Adapun cara penyebaran siput antara lain:

I. Berjalan.

Cara umum yang dilakukan siput untuk berpindah dari satu tempat ke tampat yang lainnya adalah dengan cara berjalan, pada umumnya mereka bergerak aktif pada malam hari. Dengan gerakannya yang lambat, memang siput ini tidak akan jauh berpindah tempat.

II. Mengikuti Aliran Air

Cara bergerak siput yang paling menghawatirkan adalah dengan mengikuti aliran air. Dengan cara ini siput akan lebih cepat menyebar karena didorong oleh arus air yang kuat.

Lingkungan Hidup Yang Disukai Siput

Siput menyukai lingkungan yang jernih, mereka bisa hidup pada kisaran suhu air antara 10o ¬- 35o C. ini berarti siput sangat potensial menyerang persawahan baik yang barada di daerah pegunungan maupun pantai. Oleh karena itu jenis siput dengan mudah dapat berkembang biak disawah, waduk, rawa, dan genagan air lainnya.

Distrubusi / Penyebarannya

Kerucut siput ini lebih suka berada di sekitar terumbu mana ikan dan siput lainnya banyak makan, dan tempat aman. Ada lebih dari 500 spesies yang berbeda dari siput kerucut! Mulai dari Australia, Karibia, Pasifik, laut Merah, dan sepanjang pantai Florida.