PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN (BDP)


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

LIMNOLOGI

Limnologi (dari bahasa Inggris: limnology, dari bahasa Yunani: lymne, “danau”, dan logos, “pengetahuan”) merupakan padanan bagi biologi perairan darat, terutama perairan tawar. Lingkup kajiannya kadang-kadangmencakup juga perairan payau (estuaria). Limnologi merupakan kajian menyeluruh mengenai kehidupan di perairan darat, sehingga digolongkan sebagai bagian dari ekologi.Dalam bidang perikanan, limnologi dipelajari sebagai dasar bagi budidaya perairan (akuakultura) darat.

Istilah Limnologi pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Swiss ( François Alfonse Forel ) pada tahun 1892 yang mendefinisikan limnologi sebagai cabang ilmu yang mempelajari komponen biotik di perairan darat permukaan yang bersifat menggenang atau lentik. Tahun 1966, Dussart melengkapi definisi tersebut menjadi cabang ilmu yang mempelajari seluruh fenomena dan saling interaksi antar komponen biotik dan abiotik yang terjadi di dalamnya, baik pada ekosistem perairan darat permukaan yang tergenang (lentik) maupun pada perairan darat permukaan yang mengalir (lotik).

Para ahli mencoba menyederhanakan pengertian limnologi ini dengan “ilmu yang mempelajari proses interaksi faktor fisika, kimia dan biologi dalam sistem perairan darat (inland waters), dimulai dari garis pantai ke arah darat”, yang dimaksud adalah perairan tergenang dan mengalir yang berada di daratan. Ilmu limnologi selain mendeskripsikan sifat morfologis, tipe habitat, keaneka-ragaman hayati, dan proses-proses dasar yang terjadi di dalamnya.

Berdasarkan definisi tersebut, maka objek kajian limnologi mencakup areal garapan yang meliputi biota (flora dan fauna) yang hidup di dalam badan air dan sedimennya, kualitas air serta tipe perairan atau bentuk cekungan morfologi perairan dan hidrodinamikanya (yang sangat mempengaruhi komunitas biota dan kualitas air). Lebih jauh lagi, karena perairan darat itu sangat terkait dengan daerah/kawasan yang berfungsi sebagai pensuplai airnya (Daerah Aliran Sungai=DAS), maka pengaruh aktivitas antropogenik di DAS masing-masing perairan darat itu pun termasuk dalam kajian cabang ilmu yang disebut limnology.

Di dalam ruang lingkup limnology tentu saja banyak factor yang memberikan pengaruh terhadap perairan. Salah satunya mikroorganisme seperti bakteri yang bertanggung jawab untuk mendekomposisi limbah organik. Bila bahan organik seperti tanaman mati, daun, kliping rumput, pupuk, kotoran, atau bahkan sampah makanan hadir dalam pasokan air, bakteri akan memulai proses pemecahan limbah ini. Ketika ini terjadi, banyak yang tersedia oksigen terlarut dikonsumsi oleh bakteri aerobik, organisme air lainnya mengambil oksigen yang mereka butuhkan untuk hidup.

LIMNOLOGI DITINJAU DARI ASPEK EKOLOGI

2.1. Sejarah Perkembangan Limnologi

Sejarah perkembangan ilmu limnologi sebenarnya masih sangat muda sekali jika di banding dengan perkembangan cabang ilmu yang lainnya. Kegiatan penelitian di bidang limnologi baru di mulai sekitar 100 tahun yang lalu, berarti jauh setelah penelitian tentang ilmu kelautan dilakukan. istilah limnologi sendiri mulai digunakan oleh forel (1901) yang juga menulis buku yang pertama tentang disiplin ilmu ini yaitu Handbuch der seekunde, Allgemenia limnologie. Buku ini menitik beratkan pembahasan tentang ekosistem danau. stasiun penelitian di bidang limnologi yang pertama, di bangun pada tahun 1891 oleh zacharias di plon holstein,jerman. Selanjtnya, pusat riset ini berkembang dan beberapa dan beberapa kali berganti nama, sampai dewasai ini bernama institut Max-Planck untuk Limnologi yang dikembangkan oleh Thienemann. Saat itu berbagai penelitian di bidang limnologi telah berkembang dengan sangat pesat, terutama di negara maju di eropa dan amerika.

2.2. Asas dasar ekologi

Ekologi berasal dari kata yunani yaitu oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu sehingga ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang rumah tangga makhluk hidup. istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel, seorang ahli biologi berkebangsaan jerman pada tahun 1869. Menurut Haeckel, ekologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. pengertian ini tetap dipertahankan hingga saat ini, meskipun banyak ahli yang memberikan batasannya sendiri.

pokok bahasan di dalam ilmu ekologi adalah studi tentang proses interaksi antara organisme dengan kkomponen lingkungannya, baik berupa lingkungan hayati maupun lingkungan nirhayati. studi dalam ilmu ekologi dasar dititik beratkan kepada kajian-kajian dari proses hubungan timbal balik antara berbagai komponen lingkungan yang membentuk suatu ekosistem. selanjutnya ilmu ekologi dibagi menjadi autekologi dan sinekologi.

2.3. Kedudukan Limnologi Dalam Ilmu Ekologi

Limnologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sifat dan struktur dari perairan daratan yang meliputi mata air, sungai, danau, kolam, dan rawa-rawa; baik yang berupa air tawar maupun air payau. Selain itu, dikenal Oseanologi yang mempelajari tentang ekosistem laut. Limnologi dan Oseanologi merupakan cabang dari ekologi yang khusus mempelajari tentang sistem perairan yang terdapat di permukaan bumi.

Yang paling pokok dalam ekologi adalah ekosistem, yaitu satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup( komponen hayati) dengan berbagai komponen non hayati yang berinterakhsi membentuk suatu sistem. Ciri suatu ekosistem adalah adanya pemindahan energi dan aliran materi yang berlangsung di antara berbagi komponen yang terdapat di dalam sistem tersebut. Demikian halnya dengan limnologi yang juga dapt di pandang sebagai ekosistem air di darat. Di dalamnya terjadi interaksi yang rumit antara faktor hayati dengan faktor non hayati.

Batasan Limnologi :

a.   Limnologi yang merupakan cabang ilmu ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang mengungkapkan kaitan/hubungan fungsional antar komponen ekosistem perairan darat yang mencakup komponen abiotik, dan biotic. Secara terinci komponen itu terdiri atas air, habitat dan komunitas biota akuatik.

b.  Perairan darat dan selanjutnya disebut perairan yang dimaksud mencakup semua perairan yang berasa didaratan, mulai batas garis pantai kearah darat.

 Ruang lingkup Limnologi :

Menelaah komponen air sebagai lingkungan hidup, habitat dan komponen abiotik lain serta komponen biotik yang ditemukan diperairan itu, mencakup juga proses-proses dan hubungan fungsional yang mengaitkan komponen-komponen akuatik tersebut. Proses-proses dimaksud adalah proses daur ulang energi/materi dan unsur hara serta evolusi ekosistem perairan.