BERBAGI ILMU

Oleh

RAHMAN PELU (EL NINO HITU)

051 709 021


 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

 

 

 

 

Pengertian sel

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupai dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan di atur dalam suatu sel dan berlangsung didalamnya. Sel juga terbagi menjadi 2 yaitu: sel eukariota, dan sel prokariota. Sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular, sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling kerja sama dalam lingkup yang rapi (anonymous 2009).

 

Bentuk-bentuk sel dan contohnya

Pada sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel , sehinga membrane sel dapat bergerak dengan bebas. Pada tumbuhan bentuknya tetap karenamemiliki dinding sel, sehingga gerakaan membrane sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coclus), oval dan spiral (anonymous 2009).

 

Bagian-bagian sel dan fungsinya

  • Membran plasma : berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsanganluar sel.
  • sitoplasma : sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
  • nucleus : sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur pembelahan sel.
  • lisosom : berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
  • RE (halus) : berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun.
  • kompleks golgi : organel yang menampung dan mengolah protein.
  • mikrotubulus : mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.
  • vakoula : tempat menyimpan cadangan makanan
  • mitokondria : sebagai tempat respirasi selular.
  • badan bolgi : merupakan tempat situs respirasi selular.
  • kloroplas : tempat berlangsungnya fotosintesis.

 

 

 

1. Proliferasi sel: sel-sel epidermis akan berproliferasi/ memperbanyak diri sehingga epidermis menebal dan lamella sekunder yang satu akan bergabung dengan lamella sekunder yang lain (melebur/ fused lamella). Adanya lamella yang melebur ini akan menyulitkan ikan dalam mengambil oksigen dari air karena sel darah merah tidak dapat kontak dengan molekul oksigen. Akibatnya ikan akan mengalami hypoksia (kekurangan oksigen) dan mati. Proliferasi sel ini dapat terjadi karena serangan parasit seperti cacing, polusi serta serangan pathogen. Pada kondisi yang parah, lamella sekunder menyatu sehingga struktur lamella sekunder secara keseluruhan nampak seperti “daun”.

2. Hypertrophy: pada hypertrophy ini sel-sel pada lamella sekunder membesar, tetapi jumlahnya tidak bertambah. Akibatnya lamella sekunder menjadi tebal dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

3. Hyperplasia: sel-sel pada lamella sekunder bertambah banyak, lamella sekunder menjadi lebar/ besar

4. Teletangiectasis: ada pelebaran pada bagian distal dari lamella sekunder, sehingga lamella sekunder ini berbentuk seperti raket untuk badminton

5. Kongesti: ada pelebaran pembuluh darah dan di dalam pembuluh tersebut penuh berisi darah (melebihi kapasitas normal)

6. Hemoragi: bila kongesti sudah sangat parah, maka pembuluh darah akan pecah dan darah berada pada tempat yang tidak semestinya.

7. Odema/ pembengkakan: ada suatu bagian yang terisi cairan sehingga bagian tersebut membesar dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

8.
Nekrosis/ kematian sel: ada suatu sel / sekelompok sel yang mengalami perubahan atau mati. Sel yang mengalami nekrosis tersebut dapat dikenali dari bentuk intinya yang mengecil, membesar, kabur atau hilang, atau dikenali dari sitoplasmanya yang hilang sehingga tidak mengisap zat warna yang diberikan dalam proses pembuatan preparat histologi. Pada kondisi yang sangat parah, misalnya serangan virus herpes koi, sebagian besar dari jaringan insang mati/ membusuk dan akibatnya ikan akan mati.

9. Atrophy / lisut: sel-sel pada lamella sekunder mengalami atrophy / lisut, sehingga lamella sekunder hanya nampak seperti benang yang tipis kecil. Kondisi seperti ini pernah dijumpai pada ikan yang dipaparkan dalam limbah pabrik kelapa sawit.