BUDIDAYA PERAIRAN

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011


7 PENYAKIT IKAN DAN UDANG  YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS

Virus sangatlah kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa. Mereka hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Mereke menyebar di dalam sel hidup dan memaksanya untuk memproduksi virus baru. Dengan demikian sel yang terseran virus tidak dapat bekerja secara normal lagi di dalam jaringan

  1. 1.      Lymphocystis

Lymphocystis berkembang pada kulit ikan dan merubah sel pada selaput lendir ikan.mereka tumbuh dengan sangat cepat.Ditandai dengan benjolan atau bisul pada kulit ikan. Sel yang dipaksa untuk memproduksi virus terus berkembang dan akhirnya pecah sehingga jutaan virus menyebar di dalam aquarium. Biasanya tanda serangan pertama muncul di ujung sirip dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bagian sirip yang terkena virus bisa dipotong untuk mencegah penyebaran virus. Penanganan dapat di beri obat ikan yang bertindak sebagai disinfektan.

  1. 2.      Carp pox

Cacar pada ikan jenis karper (carp) ini biasa nya terjadi pada musim semi, dan biasanya menyerang ikan koi. Cacar ini tidak sepenuhnya merupakan cacar, tetapi merupakan wabah dari penyakit herpes yang tidak menular ke manusia. Ikan yang terkena penyakit ini akan terlihat bentuk bulat / oval pucat / berwarna merah muda dengan ukuran antara 5 sampai 10 mm pada permukaan tubuh ikan. Kadang, setelah beberapa bulan mengalami penyakit ini, ikan akan tampak tidak terlalu menderita. Kulit ikan akan menjadi tipis, tindakan untuk menyehatkan perlu dilakukan kemudian. Perlu di waspadai sisa bibit penyakit yang masih tersembunyi, karena ada kemungkinan akan menyerang kembali apabila ikan dalam kondisi lemah. Penyakit ini terjadi pada musim semi karena biasanya ikan akan menjadi lemah setelah melalui musin dingin.

  1. 3.      Spring Virosis

Spring Virosis pada ikan jenis karper (carp) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus, dan merupakan penyakit akut. Virus ini dapat timbul pada suatu kolam karena adanya ikan baru yang diperkenalkan yang sudah teinfeksi. Jika ikan dapat bertahan, ikan tersebut akan menjadi memiliki daya tahan (imun) pada virus ini. Tetapi ikan akan menjadi pembawa sisa-sisa virus selama hidupnya. Penyakit ini tidak akan berjangkit pada suhu di atas 20 derajat C (68F), dan virus akan aktif pada suhu rendah. Virus ini masuk ke aliran sirkulasi darah ikan melalui insang / gigitan organisme lain seperti lintah / kutu. Gejala penyakit ini, pada tahapan awal, ikan akan terlihat berenang mendekati aliran air yang keluar melalui filter. Ikan akan mulai berenang tidak terkontrol dan kesulitan menjaga keseimbangan. Kemudian ikan akan terlihat memiliki luka berdarah pada kulit, insang dan dasar sirip. Pada tahapan akhir tubuh ikan akan terlihat membengkak, mata akan menonjol keluar (pop-eye), anus akan terlihat penuh dan menonjol, dan ikan akan menghasilkan lendir berlebih. Pada tahapan ini ikan akan sulit untuk bertahan hidup dan tak tertolong.

  1. 4.      Dropsy of Carps

Penyakit ini mempunyai gejala yang sama dengan Spring virosis, dan bisa merupakan tahapan lanjut dari Spring virosis. Sama seperti ikan-ikan yang akuarium, penyakit dengan gejala seperti ini dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri, oleh karena itu penyakit dengan gejala perut membengkak, mata menonjol, anus terlihat penuh, tidak dapat dilihat dari satu penyebab. Penyakit ini disebabkan karena kegagalan dari fungsi ginjal ikan yang tidak dapat mensekresikan cairan, cairan akan berdifusi ke dalam jaringan dan rongga tubuh, yang akan membuat tubuh menggembung (bengkak). Ikan yang terinfeksi biasanya sulit untuk ditolong.

  1. 5.      Bintik Putih

Penyakit bintik putih yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya penyakit ini sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi bisa mati.

Gejalanya yang timbul:

  • Berenang tidak teratur di permukaan
  • Jika menabrak tanggul langsung mati
  • Adanya bintik putih di cangkang (Carapace)
  • Sangat peka terhadap perubahan lingkungan

Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini.

Cara mengatasinya:

diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga, sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.

  1. 6.      Bintik Hitam/Black Spot

Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV).

Gejala yang timbul:

  • Terdapat bintik-bintik hitam di cangkang
  • Biasanya diikuti dengan infeksi bakteri
  • Kerusakan alat tubuh udang

Cara mencegah: Dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.

  1. 7.      Koi Herpes Virus (KHV)

Koi Herpes Virus (KHV) adalah suatu penyakit pada ikan yang disebabkan oleh virus. Merupakan golongan virus DNA dari strain herpes viridae.  Pernahkah Ikan koi anda tiba-tiba mengalami kematian mendadak dengan jumlah yang banyak? Bisa jadi itu disebabkan oleh penyakit ikan ini. Virus akan tetap bersama ikan yang tetap hidup setelah terinfeksi dan berpotensi sebagai pembawa virus selama hidupnya (carrier). Virus ini hanya menginfeksi pada jenis ikan koi dan ikan mas. Keganasan penyakit koi herpes virus ini dipicu oleh kondisi lingkungan diantaranya; temperatur air yang dibawah 300 C dan kualitas air yang buruk. Penyakit ini tidak dapat menular ke manusia (zoonosis).Akan tetapi virus penyakit ini menjadi sangat penting dalam budidaya ikan karena proses serangannya yang sangat cepat, sehingga dalam waktu seminggu aja ternak ikan kita bisa saja habis.